ARITMATIKA INTEGRAL
M. Rafly Dwiputra Iswadi
21312091
Informatika 21 C
REPRESENTASI
INTEGER OLEH BINER
A.
Representasi Unsigned Integer
B.
Representasi Nilai Tanda (Sign Magnitude)
C.
Representasi Komplemen Dua (Two’s Complement)
A.
Representasi
Unsigned Integer
Untuk
keperluan penyimpanan dan pengolahan Komputer diperlukan bilangan biner yang
terdiri atas angka 1 dan 0
Suatu Word
8 bit digunakan untuk menyatakan bilangan decimal 0 hingga 255
Contoh :
0000 0000 = 0 1000 0001 = 128
0000 0001 = 1 1111 1111 = 255
Kelemahqanya adalah :
→Hanya dapat menyatakan bilangan
positif saja
→Sistem ini tidak bisa digunakan
untuk menyatakan bilangan integer negative
B.
Representasi
Nilai Tanda
Berangkat
dari kelemahan metode unsigned integer
Dikembangkan
beberapa konversi untuk menyatakan nilai integer negative
Contoh :
0 001 0101
= +21 0 111 1111 = +127
1 001 0101
= -21 1 111 1111 = -128
Kelemahanya
adalah :
→Masalah pada Operasi Aritmatika
penjumlahan dan pengurangan yang memerlukan pertimbangan tanda maupun nilai
bilangan
→Adanya representasi ganda pada
bilangan 0
→0 000 0000 = 0
→1 000 0000 = 0
C.
Representasi
Komplemen Dua (two’s Complement)
Merupakan perbaikan dari metode nilai tanda yang memiliki kekurangan
pada operasi penjumlahan dan pengurangan , serta representasi bilangan nol
Sistem bilangan dalam komplemen dua menggunakan bit paling berarti
(paling kiri) sebagai bit tanda dan sisanya sebagai bit nilai seperti pada
metode nilai tanda
Tetapi mempunyai perbedaan untuk representasi bilangan
negatifnya.
Bilangan negatif dalam metode komplemen dua dibentuk dari
– Komplemen satu dari bilangan biner semual (yang bertanda
positif )
– Menambahkan 1 pada LSB nya
– Diperolehlah bilangan negatifnya
Contoh :
+21 = 0001 0101
Bilangan Negatifnya dibentuk dengan cara :
+21 = 0001 0101
Dibalik menjadi = 1110 1010
Ditambahkan dengan 1 pada LSB +1
Menjadi = 1110 1011= -21
Operasi Aritmatika Integer
Operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan
contoh operasi logika adalah logika AND dan OR. ALU melakukan operasi
aritmatika yang lainnya seperti pengurangan, dan pembagian dilakukan
dengan dasar penjumlahan. Sehingga sirkuit elektronik di ALU yang digunakan
untuk melaksanakan operasi aritmatika ini disebut adder. ALU melakukan operasi
aritmatika dengan dasar pertambahan, sedang operasi aritmatika yang lainnya,
seperti pengurangan, perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar
penjumlahan. sehingga sirkuit elektronik di ALU yang digunakan untuk
melaksanakan operasi arithmatika.
STRUKTUR DAN CARA KERJA PADA ALU
ALU akan bekerja setelah mendapat perintah dari Control Unit yang
terletak pada processor. Contorl Unit akan memberi perintah sesuai dengan
komando yang tertulis(terdapat) pada register. Jika isi register memberi
perintah untuk melakukan proses penjumlahan, maka PC akan menyuruh ALU untuk
melakukan proses penjumlahan. Selain perintah, register pun berisikan
operand-operand. Setelah proses ALU selesai, hasil yang terbentuk adalah sebuah
register yang berisi hasil atau suatuperintah lainnya. Selain register, ALU pun
mengeluarkan suatu flag yang berfungsi untuk memberi tahu kepada kita tentang
kondisi suatu processor seperti apakah processor mengalami overflow atau tidak.
ALU (Arithmethic and Control Unit)
adalah bagian dari CPU yang bertanggung jawab dalam proses komputasi dan proses
logika. Semua komponen pada CPU bekerja untuk memberikan asupan kepada ALU
sehingga bisa dikatakan bahwa ALU adalah inti dari sebuah CPU. Perhitungan pada
ALU adalah bentuk bilangan integer yang direpresentasikan dengan bilangan
biner. Namun, untuk saat ini, ALU dapat mengerjakan bilangan floating point
atau bilangan berkoma, tentu saja dipresentasikan dengan bentuk bilangan biner.
ALU mendapatkan data (operand, operator, dan instruksi) yang akan disimpan
dalam register. Kemudian data tersebut diolah dengan aturan dan sistem tertentu
berdasarkan perintah control unit. Setelah proses ALU dikerjakan, output akan
disimpan dalam register yang dapat berupa sebuah data atau sebuah instruksi.
Selain itu, bentuk output yang dihasilkan oleh ALU berupa flag signal. Flag
signal ini adalah penanda status dari sebuah CPU. Bilangan Ineger Bilangan
integer (bulat) tidak dikena oleh komputer dengan basis 10. Agar komputer
mengenal bilangan integer, maka para ahli komputer mengkonversi basis 10
menjadi basis 2. Seperti kita ketahui, bahwa bilangan berbasis 2 hanya terdiri
atas 1 dan 0. Angka 1 dan 0 melambangkan bahwa 1 menyatakan adanya arus listrik
dan 0 tidak ada arus listrik. Namun, untuk bilangan negatif, computer tidak
mengenal simbol (-). Komputer hanya mengenal simbol 1 dan 0. Untuk mengenali bilangan
negatif, maka digunakan suatu metode yang disebut dengan Sign Magnitude
Representation. Metode ini menggunakan simbol 1 pada bagian paling kiri (most
significant) bit. Jika terdapat angka 18 = (00010010)b, maka -18 adalah
(10010010)b. Akan tetapi, penggunaan sign-magnitude memiliki 2 kelemahan. Yang
pertama adalah terdaptnya -0 pada sign magnitude[0=(00000000)b;
-0=(10000000)b]. Seperti kita ketahui, angka 0 tidak memiliki nilai negatif
sehingga secara logika, sign-magnitude tidak dapat melakukan perhitungan
aritmatika secara matematis. Yang kedua adalah, tidak adanya alat atau software
satupun yang dapat mendeteksi suatu bit bernilai satu atau nol karena sangat
sulit untuk membuat alat seperti itu. Oleh karena itu, penggunaan sign
magnitude pada bilangan negatif tidak digunakan, akan tetapi diganti dengan
metode 2′s complement. Metode 2′s complement adalah metode yang digunakan untuk
merepresentasikan bilangan negatif pada komputer. Cara yang digunakan adalah
dengan nilai terbesar dari biner dikurangin dengan nilai yang ingin dicari
negatifnya. Contohnya ketika ingin mencari nilai -18, maka lakukan cara
berikut:
1. ubah angka 18 menjadi biner (00010010)b
2. karena biner tersebut terdiri dari 8 bit,
maka nilai maksimumnya adalah 11111111
3. kurangkan nilai maksimum dengan biner 18
-> 11111111 – 00010010 = 11101101
4. kemudian, dengna sentuhan terakhir, kita
tambahkan satu -> 11101101 + 00000001 = 11101110
Dengan metode 2′s complement, kedua masalah pada sign magnitude dapat
diselesaikan dan komputer dapat menjalankan. Namun, pada 2′s complement, nilai
-128 pada biner 8 bit tidak ditemukan karena akan terjadi irelevansi.
1.Penjumlahan dan pengurangan
Pada sembarang keadaan, hasil operasi dapat lebih besar dari yang dapat
ditampung ukuran word yang digunakan.
- Overflow
Bila terjadi overflow, ALU harus membersihkan sinyal tentang keadaan ini
sehingga tidak terdapat usaha untuk menggunakan hasil operasi tersebut.
a. overflow Untuk mendeteksi overflow, gunakan aturan : bila dua buah bilangan
ditambahkan , dan keduanya positif atau keduanya negatif, maka overflow akan
terjadi bila dan hanya bisa memiliki tanda yang berlawanan.
b. Adder Pada proses penambahan yang ada di ALU diselesaikan dengan switch
elektronik. Pertambahan dari dua buah digit binari (binary digit atau bit)
dilakukan oleh elemen ALU yang disebut adder. Adder dibagi menjadi 2 jenis
yaitu :
1. Half Adder
Fungsi dari half adder adalah menambahkan dua buah binary digit dengan
hasil berupa pertambahan dan sebuah carry of. Input ada dua macam yaitu X dan
Y, ssedangkan outputnya berupa Sum dan carry of. Pada half adder hasil carry of
tidak ikut ditambahkan pada perhitungan selanjutnya.
2. Full Adder
Fungsi dari full adder adalah meenambahkan dua buah binary digit serta
carry of dari perhitungan sebelumnya dengan hasil berupa pertambahan dan sebuah
carry of. Input ada tiga macam yaitu X, Y, dan Ci (Carry of input yang
dihasilkan oleh pertambahan sebelumnnya ) sedangkan outputnya berupa Sum dan
Carry of output. Pada fulladder hasil carrry of ikut ditambahkan pada
perhitungan selanjutnya.
FPU(Floating Point Unit). Komponen ini berfungsi untuk memproses data
berupa bilangan floating point.
Sekumpulan daftar yang dapat digunakan untuk menampung data maupun hasil
perhitungan yang belum selesai dengan sempurna. Komponen ini
terkadang terdapat dalam CPU, tetapi tidak semuanya.
Memori internal CPU, biasanya berupa cache, seringkali disebut dengan
istilah cache memori. Sekarang ini, prosesor-prosesor modern sudah dilengkapi
komponen ini.Sedangkan prosesor-prosesor lama, banyak yang tidak memilikinya.
Cara kerja Prosesor
Prosesor berfungsi seperti kalkulator, hanya saja dengan kemampuan
pemrosesan data yang jauh lebih besar.Fungsi utamanya adalah melakukan operasi
aritmatika dan logika terhadap data.
Data tersebut diambil dari memori atau diperoleh dari alat input yang
dioperasikan oleh operator seperti papan ketik (keyboard), mouse dan
lainnya.Kerja prosesor ini dikontrol oleh sekumpulan instruksi
software.Software tersebut diperoleh atau dibaca dari media penyimpan seperti
harddisk, disket, CD, dan lainnya.Kemudian instruksi-instruksi tadi disimpan
dalam RAM.Setiap instruksi diberi alamat unik yang disebut alamat memori.Untuk
selanjutnya, prosesor akan mengakses data-data yang ada pada RAM, dengan cara
menentukan alamat data yang dikehendaki.
Prosesor dan RAM dihubungkan oleh unit yang disebut bus.Saat sebuah
program dijalankan, data akan mengalir dari RAM melalui bus, menuju ke
prosesor.Di dalam prosesor, data ini di-dekode, kemudian berjalan ke ALU yang
bertugas melakukan kalkulasi dan perbandingan.Kadang-kadang data disimpan
sementara di register agar dapat diambil kembali dengan cepat untuk
diolah.Setelah selesai, hasil pemrosesannya mengalir kembali ke RAM atau ke
media penyimpan.Apabila data hasil perosesan tadi akan diolah lagi, maka data
tersebut akan disimpan dalam register.Demikian seterusnya.
Bilangan yang ditangani oleh prosesor
Terdapat dua macam bilangan yang ditangani oleh prosesor, yaitu bilangan
fixed point dan bilangan floating point.
Bilangan fixed point adalah bilang yang memiliki nilai digit spesifik
pada salah satu titik desimalnya,Hal ini akan membatasi jangkauan nilai yang
mungkin untuk angka-angka tersebut, namun, hal ini justru dapat dihitung oleh
prosesor.
Sedangkan bilangan floating point, adalah bilangan yang diwujudkan dalam
notasi ilmiah, yaitu berupa angka pecahan desimal dikalikan dengan angka 10
pangkat bilangan tertentu. Misalnya: 705,2944 x 109, atau 4,3 x 10-7.Cara
penulisan angka seperti ini merupakan cara singkat untuk menuliskan angka yang
nilainya sangat besar maupun sangat kecil.Bilangan seperti ini banyak digunakan
dalam pemrosesan grafik dan kerja ilmiah.Proses aritmatika bilangan floating
point memang lebih rumit dan prosesor membutuhkan waktu yang lebih lama untuk
mengerjakannya, karena mungkin akan menggunakan beberapa siklus detak (clock
cycle) prosesor.
Oleh karena itu, beberapa jenis komputer menggunakan prosesor sendiri
untuk menangani bilangan floating point.Prosesor yang khusus menangani bilangan
floating point disebut Floating Point Unit (FPU) atau disebut juga dengan nama
math co-processor.FPU dapat bekerja secara paralel dengan prosesor.Dengan
demikian proses penghitungan bilangan floating point dapat berjalan lebih
cepat.Keberadaan FPU integrated (bersatu dengan prosesor) sudah menjadi
kebutuhan standart komputer masa kini, karena banyak sekali aplikasi-aplikasi
yang beroperasi menggunakan bilangan floating point.
Komentar
Posting Komentar